Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengidentifikasi Bahaya di Bidang Komputer dan Jaringan


identifikasi bahaya perakitan komputer
Bahaya di Bidang Komputer dan Jaringan


Bab 1 : Menerapkan K3LH di Lingkungan Kerja


Kompetensi Dasar:

3.1 Menerapkan K3LH disesuaikan dengan lingkungan kerja

4.1 Melaksanakan K3LH di lingkungan kerja

Materi Pembahasan  K3LH

  1. Memahami Pengertian K3LH Dalam Komputer dan Jaringan
  2. Mengidentifikasi Bahaya dan Resiko Kerja di Bidang Komputer dan Jaringan

Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

Kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan dimana saja yang dapat menimpa setiap pekerja. Kecelakaan kerja dapat menyebabkan kerugian bagi pekerja dan juga yang memperkerjakan. Maka dari itu mengidentifikasi bahaya kerja akan mengurangi bahka mencegah bahaya melalui pengedalian bahaya kerja yang dilakukan melalui hasil analisa identifikasi bahaya kerja.

Agar penanganan dari hasil identifikasi lebih maksimal maka perlu dilakukan sebuah penilaian resiko. Penilaian resiko adalah metode sistematis dalam melihat aktifitas kerja, memikirkan apa yang akan menjadi buruk, dan memutuskan untuk mencegah terjadinya kerugian, kerusakan, dan cidera di tempat kerja.

Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bertujuan untuk mengurangi resiko pekerjaan yang bakal terjadi, dan langkah preventif (pencegahan) yang harus selalu di tanamkan tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga individu pekerjanya sendiri.


Salah satu "penyebab utama" kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja adalah kegagalan untuk mengidentifikasi atau mengenali bahaya yang ada, atau bahaya yang sebenarnya dapat dicegah di tempat kerja.─ Occupational Safety and Health Administration (OSHA)


Praktek Kerja Lapangan

Praktek Kerja Lapangan adalah salah satu bentuk emplementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung didunia kerja bagi pelajar untuk mengetahui beberapa hazard yang dimiliki dari seorang administrator.

Disamping dunia pendidikan, Praktek Lapangan dapat memberikan keuntungan pada pelaksanaan itu sendiri yaitu sekolah, karena keahlian yang tidak diajarkan di sekolahan bisa didapat didunia usaha , sehingga dengan adanya Praktek Lapangan dapat meningkatkan mutu dan relevensi Pendidikan Menengah Atas yang dapat diarahkan untuk mengembangkan suatu sistem yang mantap antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Menurut OSHA (Occupational Safety and Health Administration), unsur penting dalam setiap program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang efektif adalah melaksanakan identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang proaktif dan berkelanjutan.

Identifikasi bahaya dan penilaian risiko merupakan salah satu tahap perencanaan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang diwajibkan dalam standar ISO 45001:2018 maupun standar PP No.50 Tahun 2012 terkait SMK3.

Identifikasi bahaya adalah upaya untuk mengetahui, mengenal, dan memperkirakan adanya bahaya pada suatu sistem, seperti peralatan, tempat kerja, proses kerja, prosedur, dll.

Penilaian risiko adalah proses penilaian suatu risiko dengan membandingkan tingkat/kriteria risiko yang telah ditetapkan untuk menentukan prioritas pengendalian bahaya yang sudah diidentifikasi.

Hal yang harus dipertimbangkan pengurus dan pekerja dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko di tempat kerja, di antaranya:

1. Aktivitas rutin dan non-rutin di tempat kerja

2. Aktivitas semua pihak yang memasuki tempat kerja termasuk kontraktor, pemasok, pengunjung, dan      tamu

3. Perilaku manusia, kemampuan, dan faktor manusia lainnya

4. Bahaya dari luar lingkungan tempat kerja

5. Bahaya yang timbul di tempat kerja

K3LH adalah singkatan dari Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup. K3LH pada bidang pekerjaan IT atau yang berhubungan dengan komputer dan jaringan pada dasarnya diatur dalam Undang-Undang.

Namun, Undang-Undang yang mengatur usaha-usaha dalam penerapan Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup hanya menjelaskan secara garis besarnya saja, tidak spesifik dan fokus bidang pekerjaan tertentu

Namun apa saja penerapan K3LH di bidang pekerjaan Komputer dan Jaringan (IT) yang harus kita utamakan, terutama pada pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer dan jaringan.

A. Mengidentifikasi bahaya kerja di Laboratorium

Terjadinya kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh beberapa hal, tetapi analisis terjadinya kecelakaan kerja menunjukan bahwa hal-hal berikut adalah sebab-sebab terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium :

1. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang dan proses-proses serta perlengkapan atau                    peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan

2. Kurangnya kejelasan petunjuk kegiatan labolatorium dan juga kurangnya pengawasan yang                    dilakukan selama melakukan kegiatan labolatorium.

3. Kurangnya bimbingan terhadap siswa atau mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan                          labolatorium.

4. Kurangnya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan perlindungan kegiatan        labolatorium.

5.Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan yang semestinya harus ditaati.

6. Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau menggunakan                  peralatan atau bahan yang tidak sesuai.

7. Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan.

Kecelakaan di laboratorium dapat berbentuk 2 jenis yaitu :

1. Kecelakaan medis, jika yang menjadi korban adalah pasien.

2. Kecelakaan kerja, jika yang menjadi korban adalah petugas laboratorium itu sendiri.

Beberapa contoh kecelakaan yang banyak terjadi di laboratorium :

1. Terpeleset, biasanya karena lantai licin. Terpeleset dan terjatuh adalah bentuk kecelakaan kerja yang      dapat terjadi di laboratorium. Akibatnya : Ringan: memar

2. Berat: fraktura, dislokasi, memar otak, dan lain-lain.

Pencegahannya :

Pakai sepatu anti slip, jangan pakai sepatu dengan hak tinggi, tali sepatu longgar, hati-hati bila berjalan pada lantai yang sedang dipel (basah dan licin) atau tidak rata konstruksinya dan pemeliharaan lantai dan tangga.

B. Mengidentifikasi bahaya kerja di ketinggian (Pemasangan Jaringan)

Pekerjaan di bidang Jaringan komputer memiliki resiko bahaya tersembunyi yang cukup besar dan dapat mengakibatkan fatal dan kehilangan nyawa kita, jika tidak waspada dan menggunakan alat pengaman diri (APD) yang sesuai standar.

Bidang pekerjaan IT komputer dan jaringan tidak jarang harus bekerja di ketinggian seperti tiang telepon, tangga, atap rumah, atap gedung dan tower telekomunikasi.


Contoh bahaya yang sering terabaikan saat bekerja di ketinggian:

1. Terjatuh akibat lalai menggunakan APD yang standar, tidak mengecek kondisi alat dan bahan, tidak        memperhatikan lingkungan sekitar saat menaiki tangga.

2. Takut ketinggian tapi memaksa bekerja berakibat pingsan. Sangat tidak dianjurkan orang-orang yang      memiliki phobia ketinggian untuk melakukan pekerjaan berbahaya ini

3. Sikap berbahaya seperti abai terhadap peringatan atau belum memiliki sertifikasi K3 bekerja di              ketinggian

4. Tersengat listrik dari tiang telepone, atap gedung atau rumah, dan besi tower yang tidak sengaja              teraliri listrik karena lalai mengecek kondisi lingkungan dan sekitarnya

Langkah-langkah Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang Komputer dan Jaringan

1. Upaya atau langkah mengidentifikasi bahaya dan resiko terkait pekerjaan Komputer dan jaringan

2. Mengumpulkan informasi terkait bahaya yang ada di tempat kerja

3. Melakukan inspeksi secara langsung untuk menemukan potensi bahaya yang ada di tempat kerja

4. Melakukan identifikasi bahaya terhadap kesehatan kerja

5. Melakukan investigasi pada setiap insiden yang terjadi

6. Melakukan identifikasi bahaya yang terkait dengan situasi darurat dan aktivitas non-rutin

7. Membuat kategori sifat bahaya yang teridentifikasi, menentukan langkah-langkah pengendalian sementara, dan menentukan prioritas bahaya yang perlu pengendalian secara permanen

Posting Komentar untuk "Mengidentifikasi Bahaya di Bidang Komputer dan Jaringan"