Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak

 

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) merupakan bidang ilmu yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak mulai dari pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembangan perangkat lunak dan manajemen kualitas. RPL juga erat kaitannya dengan software yakni website, aplikasi, game dan semua jenis bahasa pemrograman. Sehingga bidang ilmu RPL selalu akan berkaitan dengan coding, desain dan algoritma, tiga hal ini adalah kunci kesuksesan bidang RPL

Punya hobi coding program dan selalu penasaran pada hasil output program, kamu cocok pilih program studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Peluang karir menjanjikan juga terbuka luas bagi mereka yang suka sekali pada barisan huruf-huruf coding program, yang secara sistematis dan terstruktur membentuk suatu output sesuai kebutuhan hingga menjadi solusi permasalahan yang ada.

Prospek karir bagi lulusan prodi RPL dapat menjadi software engineer (perekayasa perangkat lunak), mobile computing developer (pengembang komputasi mobile) dan cloud computing developer (pengembang komputasi awan).

Jadi prodi yang unggul dan memiliki daya saing secara global bidang ilmu rekayasa perangkat lunak mampu mendukung ekonomi kreatif di era digital saat ini. Prodi RPL sangat cocok bagi generasi muda yang selalu punya ide-ide kreatif dan selalu berinovasi dalam menciptakan karya hingga mampu menjadi solusi atas permasalahan yang ada.

Lulusan program studi perangkat lunak dapat menjadi software engineer (perekayasa perangkat lunak), mobile computing developer (pengembang komputasi mobile) dan cloud computing developer (pengembang komputasi awan).

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunank

Rekayasa Perangkat Lunak – Pengertian, Materi, Tujuan Dan Contoh – Rekayasa perangkat lunak (RPL, atau dalam bahasa Inggris: Software Engineering atau SE) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas.

Rekayasa perangkat lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.

Pada tingkat dasar, pengetahuan mengenai perangkat lunak sudah sangat umum dan bisa dipahami di luar kepala. Tapi ilmu mengenai rekayasa perangkat lunak justru baru dipelajari setelah seseorang masuk dalam tingkat praktik teknologi. 

Bagi Anda yang masih bingung dan belum pernah mempelajarinya, perhatikan beberapa definisi berikut ini.

1. Menurut Bahasa

Rekayasa software atau perangkat lunak berasal dari dua kata, yakni rekayasa dan perangkat lunak. Rekayasa sendiri menurut bahasa berarti penerapan dari kaidah ilmu yang meliputi kegiatan pembuatan, perancangan, pengoperasian sehingga menghasilkan sistem yang lebih efisien dan ekonomis.

Sementara perangkat lunak merupakan salah satu nyawa dari komputer dan perangkat keras yang ada di dalamnya, sehingga tanpa perangkat lunak komputer tidak akan bisa menjalankan fungsinya.

Dari dua asal kata di atas, dapat dipahami bahwa rekayasa dari perangkat lunak adalah suatu kegiatan merancang atau membuat perangkat lunak yang sudah ada, agar bisa menghasilkan perangkat yang lebih efisien bagi penggunanya. 

2. Menurut Para Ahli

Mengingat pentingnya wawasan terkait rekayasa software ini, maka beberapa para ahli ikut mendefinisikan dari sudut pandang masing-masing yang lebih mudah dipahami oleh para pemula. Beberapa ahli tersebut di antaranya:

1. Roger Pressman

Proses pembuatan sebuah program berupa perangkat lunak agar bisa digunakan oleh users untuk menjalankan fungsi dan instruksi tertentu. Rekayasa software juga disebut sebagai struktur data atau dokumen yang dimanfaatkan untuk memanipulasi segala informasi. 

Adapun prinsip yang digunakan dalam proses rekayasa software ini adalah keahlian teknik demi memperoleh software yang bisa bekerja lebih efisien pada mesin tertentu yang digunakan. 

2. Fritz Bauer

Sesuai namanya, rekayasa software adalah proses pengembangan software yang sudah ada dengan menggunakan prinsip dan teknik rekayasa, agar bisa menghasilkan software yang lebih efisien dalam penerapannya menggunakan mesin sesungguhnya. 

3. Stephen R. Schach

Suatu pengembangan software yang sengaja dilakukan agar bisa menghasilkan perangkat yang tidak bermasalah dan tidak mengalami kerusakan. 

Selain itu, proses itu juga sengaja dilakukan supaya pengiriman data melalui software tersebut bisa lebih efektif dan efisien sesuai keinginan users.

4. IEE Computer Society

Merupakan suatu pendekatan yang diterapkan dan dilakukan secara disiplin dan sistematis guna memelihara software.  Dengan pendekatan yang terkuantifikasi atas pengembangan dan sistematis inilah, perangkat lunak bisa dipelihara dengan sistem engineering. 

5. IEEE 610.12

Sebuah kegiatan rekayasa atau studi terkait perangkat lunak yang terdiri dari pendekatan sistematis, kuantifiabel, pengembangan, disiplin, operasi, hingga pemeliharaan perangkat lunak untuk mengembangkan perangkat lunak yang sudah ada. 

Menurut istilah, rekayasa software ini bisa didefinisikan dari penerapan dan praktiknya dalam kehidupan. Rekayasa perangkat lunak bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang proses perancangan, pembuatan, hingga pemeliharaan sebuah perangkat lunak.

Adapun sistem dan prinsip yang dipakai bersifat sistematis sehingga bisa menghasilkan software yang lebih fungsional dan sesuai dengan kebutuhan nyata dalam kehidupan. 

Dari beberapa definisi di atas, dapat ditemukan beberapa kriteria yang harus dijadikan tolak ukur dalam melakukan rekayasa software, di antaranya:

  1. Mampu memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh penggunanya.
  2. Bisa mengikuti keinginan pengguna.
  3. Mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sedang berkembang.
  4. Mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam menggunakan energi penggunanya.
  5. Bisa terus dipelihara dan dirawat untuk jangka panjang. 

Kriteria yang dapat digunakan sebagai acuan dalam merekayasa perangkat lunak:

  • Dapat terus dirawat dan dipelihara(maintainability)
  • Dapat mengikuti perkembangan teknologi (dependability)
  • Dapat mengikuti keinginan pengguna (robust)
  • Efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya
  • Dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan (usability)

Karakteristik dan Atribut Perangkat Lunak

  • Software merupakan elemen sistem logik dan bukan elemen sistem fisik seperti hardware.
  • Elemen itu tidak aus, tetapi bisa rusak.
  • Elemen software itu direkayasa atau dikembangkan dan bukan dibuat di pabrik seperti hardware
  • Software itu tidak bisa dirakit.

Atribut perangkat lunak:

Dapat dipelihara: Perangkat lunak dapat ditulis sedemikian rupa sehingga perangkat lunak dapat berubah seiring dengan perubahan kebutuhan pelanggan.

Dapat diandalkan: Perangkat lunak mempunyai serangkaian karakteristik, termasuk keandalan, keamanan dan keselamatan.

Efisien: Perangkat lunak tidak boleh menggunakan sumber daya sistem seperti siklus memori dan prosesor.

Kemampupakaian: Perangkat lunak harus dapat dipakai, memiliki interface user yang bagus dan dokumentasi yang mencukupi.

Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak

Menghasilkan sebuah perangkat lunak yang berkualitas. Yang dimaksud dengan berkualitas dapat dilihat dari tiga sisi, sisi sponsor (individu atau organisasi yang telah mengeluarkan biaya dalam pembangunan perangkat lunak), sisi pemakai (siapapun yang menggunakan perangkat lunak tersebut), sisi maintainer / modifier (yang memelihara dan memodifikasi perangkat lunak tersebut).

Tujuan kedua dari RPL adalah menghasilkan perangkat lunak dengan biaya yang efisien.

Sedangkan tujuan ketiga dari RPL adalah menghasilkan perangkat lunak tepat pada waktunya.

RPL atau rekayasa software tentu memiliki banyak tujuan positif yang memberikan kemudahan dan manfaat bagi manusia sebagai pembuat dan pengguna dari perangkat itu sendiri. Beberapa tujuan tersebut meliputi:

1. Mengembangkan Software yang Lebih Berkualitas

Tujuan utama yang sudah umum diketahui dari adanya RPL adalah untuk mengembangkan perangkat lunak yang sudah ada agar lebih berkualitas dan bermanfaat bagi penggunanya. Tentu saja kualitas tidak hanya dilihat dari user saja, tapi dari berbagai sudut pandang seperti pemakai, sponsor, dan maintainer.

Pemakai harus mengakui kualitas dari software hasil RPL karena benar-benar menunjang dan mempermudah kegiatan tertentu. Sementara pihak sponsor yang membangun perangkat lunak juga merasakan bahwa software hasil RPL bisa lebih efisien dari sebelumnya. 

Sementara maintainer juga merasakan kualitas dari software yang dianggap lebih mudah dalam pemeliharaannya dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama.  

2. Memperbarui Software Agar Lebih Fungsional

Dalam aplikasinya, perangkat lunak yang dibuat pasti memiliki kelemahan ketika sudah digunakan untuk berbagai kepentingan. Berbagai kelemahan ini perlu disempurnakan dan diperbaiki lagi, agar lebih fungsional dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Melalui prinsip kerja dari rekayasa software, tentu saja berbagai kelemahan tersebut bisa dipelajari secara mendalam untuk dicarikan solusi agar bisa disempurnakan kembali. Dengan begitu, perangkat lunak bisa lebih berguna sesuai dengan keinginan penggunanya. 

3. Menciptakan Software yang Lebih Mudah Digunakan

Adanya kegiatan rekayasa pada perangkat lunak juga memiliki tujuan untuk menyempurnakan software agar lebih mudah digunakan atau user friendly. Tidak hanya mudah diaplikasikan, tapi juga memiliki tampilan yang lebih menarik sehingga mudah dipahami saat dipakai.

Seorang yang memiliki ilmu tentang perangkat lunak tentunya mengetahui kesulitan dari software yang telah ada dari sudut pandang pengguna. Untuk itulah software dikembangkan lagi agar lebih mudah digunakan untuk masyarakat luas dari segala kalangan. 

4. Membantu Integrasi Perangkat Lunak dengan Peralatan Lainnya

Beberapa perangkat lunak juga diciptakan untuk membantu integrasi dengan peralatan lainnya. Sayangnya, dalam aplikasinya beberapa peralatan justru mengalami masalah saat dihubungkan dengan perangkat lunak.

Atas kendala itulah, RPL dilakukan untuk tujuan integrasi software dengan berbagai peralatan tersebut. Diharapkan RPL mampu meningkatkan sistem software agar lebih optimal, sehingga bisa mendukung berbagai peralatan yang dibutuhkan tersebut. 

5. Membantu Memelihara dan Merawat Perangkat Lunak

Tidak hanya membuat dan mengembangkan aplikasi saja, rekayasa software juga berguna untuk membantu perawatan dan pemeliharaan dari perangkat lunak tersebut. Dengan adanya perawatan melalui rekayasa software, tentu saja segala kendala dan masalah pada software bisa dihindari.

Dalam jangka panjang, sistem akan tetap berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna sesuai dengan keinginannya. 

6. Memodifikasi Perangkat Lunak Agar Lebih Hemat dan Efisien

Meskipun sudah sempurna dan fungsional, perangkat lunak yang ada terkadang juga memiliki masalah dari penggunaannya yang kurang efisien dan memakan banyak biaya. Untuk itulah rekayasa software diperlukan. 

7. Menciptakan Perangkat Lunak yang Tepat Waktu Sesuai Kebutuhan

Perangkat lunak yang diciptakan juga harus bisa tepat waktu sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Apabila perangkat tidak bisa bekerja tepat waktu dan sesuai kebutuhan, akan sangat merugikan dan mengurangi efektifitas serta fungsi dari perangkat lunak itu sendiri. 

Ruang Lingkup Rekayasa Perangkat Lunak

Melalui definisi dan tujuan yang diinginkan dari rekayasa software, dapat ditemukan beberapa ruang lingkup dari RPL itu sendiri yang harus tercakup di dalamnya, yaitu:

  • Desain, yang menampilkan komponen, arsitektur, tampilan, serta karakteristik dari perangkat lunak.

  • Requirement, terkait dengan berbagai spesifikasi persyaratan dan keperluan dari software.

  • Configurations managemen, berupa berbagai usaha yang dilakukan untuk mengubah perangkat lunak agar bisa memenuhi kebutuhan tertentu. 

  • Construction, yang mencakup berbagi rincian dari perangkat lunak itu sendiri hingga menguji software agar bebas dari kesalahan. 

  • Engineering tools, berkaitan dengan kajian dari alat bantu dan metode rekayasa software.

  • Engineering management, berupa pengukuran dan pengelolaan dari rekayasa software.

  • Maintaince, berupa segala usaha untuk merawat software yang telah digunakan.

  • Testing yang menguji semua perilaku dari software yang sudah ada dan akan digunakan. 

Jenis-jenis Perangkat Lunak

Dilihat dari sudut pandang fungsinya, perangkat lunak dapat dikelompokkan menjadi :

  • Perangkat lunak sistem

Perangkat lunak yang kegunaannya lebih banyak ditujukan untuk operasional komputer.

  1. Sistem operasi
  2. Penerjemah bahasa pemrograman (compiler/interpreter)

  • Perangkat lunak aplikasi

Perangkat lunak yang kegunaannya lebih banyak ditujukan untuk membantu menyelesaikan masalalah-masalah yang dihadapi oleh pemakai.

  1. Program paket yang sudah jadi
  2. Program aplikasi buatan sendiri

Sedangkan dilihat dari aplikasinya, perangkat lunak dibedakan menjadi :

  • Perangkat Lunak Sistem (Sistem Software)

Sekumpulan program yang ditulis untuk kepentingan program lain, contoh editor, driver dan lain-lain

  • Perangkat Lunak Waktu Nyata (Real Time Software)

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengukur/menganalisis atau mengontrol proses pemasukan data dari lingkungan luar sampai menghasilkan laporan yang diinginkan

  • Perangkat Lunak Bisnis (Business Software)

Perangkat lunak yang memberikan fasilitas operasi untuk bisnis atau fasilitas pengambilan keputusan manajemen, contoh sistem akuntansi, inventory, payroll dan lain-lain

  • Perangat Lunak Rekayasa dan Sains (Engineering and Scientific Software)

Perangkat lunak yang digunakan di dalam bidang aplikasi teknik dan kerekayasaan perangkat lunak jenis ini biasanya berhubungan dengan komputasi data numerik, CAD (Computer Aided Design), simulasi sistem, dan lain-lain.

  • Embedded Software

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengontrol suatu produk dan sistem dimana perangkat lunak tersebut disimpan. Biasanya ditempatkan di ROM, contoh Tombol di Microwave Oven

  • Perangkat Lunak Komputer Pribadi (Personal Computer Software)

Banyak digunakan pada aplikasi yang bersifat perorangan, contohnya: pengolah kata, spreadsheet, game, DBMS dan lain-lain.

  • Perangkat Lunak Intelegensia Buatan (Artificial Intelligent Software)

Dibuat dengan menggunakan teknik algoritma non-numerik untuk memecahkan masalah yang kompleks, digunakan dalam bidang aplikasi kecerdasan buatan, contohnya: game, expert sistem, neural network, Turbo Prolog, dan lain-lain.

Model Proses Perangkat Lunak Evolusioner

Model evolusioner adalah model iterative, ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan perekayasa perangkat lunak mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap sedikit demi sedikit. Kebutuhan produk dan bisnis kadang-kadang berubah seiring dengan laju perkembanganya. Dalam situasi tersebut maupun lainya, perekayasa perangkat lunak membutuhkan sebuah model proses yang sudah dirancang secara eksplisit untuk mengakomodasi produk perkembangan sepanjang waktu. Model ini bukan termasuk rekayasa perangkat lunak klasik. Model evolusioner meliputi:

Model pertambahan

Model incremental menggabungkan elemen-elemen model sekuensial linier (diaplikasikan secara berulang) dengan filosofi prototype iterative. Model ini memakai urutan-urutan linier di dalam model yang membingungkan, seiring dengan laju waktu kalender. Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan, perangkat lunak “yang bisa disampaikan.” Contoh, perangkat lunak pengolah kata yang dikembangkan dengan menggunakan paradigm pertambahan akan menyampaikan manajemen file, editing, serta fungsi penghasilan dokumen pada pertambahan pertama, dan selanjutnya. Pertambahan pertama dapat disebut sebagai produk inti (core product).

Model ini berfokus pada penyampaian produk operasional dalam Setiap pertambahanya. Pertambahan awal ada di versi stripped down dari produk akhir, tetapi memberikan kemampuan untuk melayani pemakai dan juga menyediakan platform untuk evaluasi oleh pemakai.

Perkembangan pertambahan, khususnya berguna pada staffing, tidak bisa dilakukan menggunakan implementasi lengkap oleh batas waktu bisnis yang sudah disepakati untuk proyek tersebut. jika produk inti diterima dengan baik, maka staf tambahan bisa ditambahkan untuk mengimplementasi pertambahan selanjutnya.

Model spiral

Awalnya diusulkan oleh Boehm (BOE88), adalah model proses perangkat lunak yang evolusioner, merangkai sifat iterative dari prototype dengan cara control dan aspek sistematis dari model sekuensial linier. Model yang berpotensi untuk pengembangan versi pertambahan perangkat lunak secara cepat. Model spiral dibagi menjadi sejumlah aktifitas kerangka kerja atau wilayah tugas, antara lain :

  1. Komunikasi pelanggan, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif diantara pengembang dan pelanggan.
  2. Perencanaan, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber-sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan.
  3. Analisis resiko, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko-resiko, baik manajemen maupun teknis.
  4. Perekayasaan, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
  5. Konstruksi dan peluncuran, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang (instal), dan memberikan pelayanan kepada pemakai (contohnya pelatihan dan dokumentasi).
  6. Evaluasi pelanggan, tugas-tugas untuk memperoleh umpan balik dari pelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi perangkat lunak, yang dibuat selama masa perekayasaan, dan dimplementasikan selama masa pemasangan.

Model spiral menjadi pendekatan yang realistis bagi perkembangan system dan perangkat lunak skala besar. Karena perangkat lunak terus bekerja  selama proses bergerak, pengembang dan pemakai memahami, dan bereaksi lebih baik terhadap resiko dari Setiap tingkat evolusi. Model spiral menggunakan prototype sebagai mekanisme pengurangan resiko.

Model spiral membutuhkan keahlian penafsiran resiko yang masuk akal, dan sangat bertumpu pada keahlian ini untuk mencapai keberhasilan. Jika sebuah resiko tidak dapat ditemukan dan diatur, pasti akan terjadi masalah. Model ini membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai kehandalannya bisa dipertimbangkan dengan kepastian absolute.

Model rakitan komponen

Model ini menggabungkan beberapa karakteristik model spiral. Bersifat evolusioner, sehingga membutuhkan pendekatan iterative untuk menciptakan perangkat lunak. Tetapi model ini merangkai aplikasi dari komponen perangkat lunak sebelum dipaketkan (kadang disebut kelas).

Aktivitas perangkat lunak dimulai dengan  identifikasi calon kelas. Dipenuhi dengan mengamati data yang akan dimanipulasi oleh aplikasi dan algoritma-algoritma yang akan diaplikasikan. Data dan algoritma yang berhubungan dikemas ke dalam kelas. Kelas-kelas tersebut disimpan dalam class library (tempat penyimpanan).

Model ini membawa pada penggunaan kembali perangkat lunak, dan kegunaan kembali itu memberi sejumlah keuntungan yang bisa diukur pada rekayasa perangkat lunak.

Model perkembangan konkruen

Representasi aktivitas dalam model ini, meliputi aktivitas analisis, bisa berada dalam salah satu dari keadaan-keadaan yang dicatat pada saat tertentu. Dengan cara yang sama, aktivitas yang lain (desain atau komunikasi pelanggan) dapat direpresentasikan dalam sebuah sikap yang analog. Semua aktifitas ada secara konkruen tetapi dia tinggal didalam keadaan yang berbeda. Model ini sering digunakan sebagai paradigm bagi pengembangan aplikasi klien/server.

Kenyataanya model proses konkruen bisa diaplikasikan ke dalam semua tipe perkembangan perangkat lunak, dan memberikan gambaran akurat mengenai keadaan tertentu dari sebuah proyek. Selain membatasi ajtivitas perekayasa ke dalam sederetan kejadian, model proses juga mendefinisikan jaringan aktivitas.

Manajemen Proyek Perangkat Lunak

Ada 3 fokus manajemen proyek perangkat lunak (PL) :

People (manusia)

Mempertinggi kesiapan organisasi PL untuk mengerjakan aplikasi yang semakin kompleks.

Problem (masalah)

Objektifitas dan ruang lingkupnya harus ditetapkan, pemecahan alternatifnya harus dipertimbangkan, teknik dan batasanpun harus didefinisikan

Process (proses)

Memberikan suatu kerangka kerja dimana rencana komprehensif bagi pengembangan perangkat lunak.

Manajemen Proyek Perangkat Lunak Adalah aktifitas dalam memanajemen rekayasa perangkat lunak, dimulai sebelum aktifitas teknis di inisialisasi dan berlanjut pada keseluruhan batasan, perkembangan dan pemeliharaan perangkat lunak komputer.

Contoh Rekayasa Perangkat Lunak

Untuk mempermudah pemahaman terkait RPL dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak contoh yang bisa dijadikan bahan rujukan dan pembelajaran. Berikut adalah beberapa contoh dari hasil rekayasa perangkat lunak ataupun contoh tugas dan pekerjaan yang dilakukan:

1. Aplikasi untuk Pembuatan Kamera Driver

Ada banyak aplikasi yang bisa dibuat dengan memanfaatkan berbagai software yang sudah ada sebelumnya. Untuk bisa memudahkan pengguna komputer dalam memaksimalkan fungsi driver kamera yang ada dalam perangkat, dibuatlah aplikasi untuk membuat kamera driver sesuai kebutuhan pengguna. 

2. Membuat Aplikasi Pencatat Data Kecelakaan

Data kecelakaan sulit dideteksi secara manual dan tentunya membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui jumlahnya. Sebagai solusinya, dibuatlah aplikasi yang bisa mencatat data kecelakaan tersebut secara otomatis dan mudah dengan memodifikasi software yang sudah ada sebelumnya. 

3. Mengubah Software Photoshop Agar Menjadi File WordPress

Untuk kepentingan tertentu, software berupa Photoshop terkadang dibutuhkan dalam wordpress. Bahkan kebutuhan ini terus meningkat sehingga menuntut mereka yang ahli RPL untuk membuat sistem yang mampu mengubah Photoshop menjadi file dalam WordPress. 

4. Membuat Perangkat Lunak Pendidikan

Seiring berkembangnya teknologi, sistem pendidikan yang ada juga dituntut lebih canggih agar bisa mempermudah pendataan dan memenuhi kebutuhan pendidikan. Dalam kondisi inilah dibutuhkan rekayasa perangkat lunak agar bisa menciptakan berbagai software pendukung proses pendidikan. 

5. Membangun Website dan Fasilitas di Dalamnya

Website yang sudah ada perlu dikembangkan terus agar sesuai dengan kebutuhan pengguna dari masa ke masa. Rancangan serta bentuk website dan fasilitas yang ada di dalamnya ini bisa dibuat dengan rekayasa software. Orang yang bertugas merancang web ini biasa disebut sebagai Web Engineer.  

6. Membuat Aplikasi Game Anak Usia Dini

Perkembangan gadget secara tidak langsung mempengaruhi anak usia dini untuk tertarik menggunakannya. Demi mencegah penyalahgunaan konten gadget oleh anak di bawah umur, maka dibuat aplikasi game yang lebih bermanfaat dan merangsang perkembangan anak di usia tersebut.

7. Membuat Program Perhitungan Akuntansi

Kebutuhan akuntansi juga semakin meningkat seiring berkembangnya kantor dan perusahaan yang menuntut pekerjaan tersebut. Agar bagian keuangan bisa bekerja dengan lebih mudah dan meminimalisir kesalahan perhitungan, aplikasi perhitungan akuntansi bisa dibuat melalui proses rekayasa software. 

8. Membantu Pekerjaan Database Engineer

Seorang database engineer sedikit banyak juga harus memiliki ilmu dan keahlian dalam rekayasa software. Melalui rekayasa ini seorang database engineer bisa melakukan perawatan dan pemeliharaan data yang ada dalam program terkait. 

Pengelolaan jaringan dalam perusahaan juga bisa dilakukan dengan menggunakan prinsip yang ada pada rekayasa software. 

Mengingat pentingnya rekayasa perangkat lunak ini, maka sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang ini harus terus ditambah. Semakin banyak SDM yang mampu melakukan RPL, maka teknologi yang berkembang akan jauh lebih canggih dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan manusia. 

Posting Komentar untuk "Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak"