Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Desain Komunikasi Visual (DKV)

 

Desain Komunikasi Visual (DKV)

Pengertian Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual atau DKV adalah bagian dari ilmu desain yang mempelajari tentang konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, dengan memanfaatkan elemen visual untuk menyampaikan pesan dengan tujuan tertentu. Karena unsur pesan memiliki peran yang sangat penting, lulusan jurusan DKV diharapkan mampu mengeloah pesan tersebut menjadi sesuatu yang menarik, informatif, dan komunikatif, sehingga bisa disampaikan secara efektif.

Jurusan ini bukan hanya dituntut jago gambar, tetapi juga harus mampu menghasilkan karya seni agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, seperti mempengaruhi perilaku seseorang. Sebagai bagian dari cabang ilmu desain, pada jurusan ini mahasiswa akan dibantu untuk bisa mengembangkan bahasa visual dalam bentuk gambar, sekaligus mengolah pesan dalam bentuk kata, agar pesan tersebut mampu diterima oleh sasaran dengan baik.

Pengetahuan dan Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV)

Kemampuan komunikasi verbal, visual, dan tekstual

  1. Keterampilan menggambar teknis
  2. Kemampuan mengoperasikan software gambar
  3. Kreatif dan inovatif
  4. Kemampuan melakukan analisis
  5. Kemampuan berpikir kritis

Mengenal SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV)

Pada proses pembelajaran 3 tahun, para siswa SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual memfokuskan diri pada keahlian di bidang DKV. Tujuan utama dari SMK adalah agar siswanya bisa cepat bekerja setelah lulus, sehingga penekanan materi pembelajaran lebih kepada keahlian teknis, yaitu membuat sebuah karya desain. Siswa akan difokuskan pada penguasaan sebuah software desain, seperti CorelDraw, Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, dan sebagainya. Berikut adalah beberapa mata pelajaran yang akan diajarkan pada SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual :

Dasar-dasar Seni Rupa

Materi pokok mata pelajaran ini adalah membahas mengenai unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur ini diantaranya antara lain adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar.

Gambar

Mata pelajaran ini membekali siswa dengan teknik, media, dan alat yang digunakan untuk menggambar sesuai jenis gambar yang dibuat.

Sketsa

Materi pokok pada mata peajaran ini adalah tentang pengertian, jenis, sejarah awal, perkembahan, dan tokoh seniman sketsa.

Desain Publikasi

Desain publikasi akan mempelajari tentang bagaimana merancang hingga membuat konsep karya desain publikasi baik indoor maupun outdoor.  Siswa juga akan dibekali bagaimana mempresentasikan konsep dasar branding dan komunikasi pemasaran dengan desain publikasi, hingga menghitung biaya produksi desain.

Komputer Grafis

Pada mata pelajaran Komputer Grafis siswa akan diajarkan untuk mengolah gambar secara digital dengan bantuan software- software yang ada untuk menghasilkan gambar-gambar yang menarik sesuai imajinatif kreatif para desainer. Siswa akan diajarkan dan dilatih menguasai tools-tools dari sebuah software desain, sehingga siswa bisa segera memahami tools yang akan digunakan dalam membuat sebuah karya desain.

Fotografi

Pada mata pelajaran Fotografi ini siswa akan dikenalkan dengan berbagai macam jenis kamera, teknik penggunaan kamera, hingga mempresentasikan hasil karya fotografi. Siswa juga akan diajarkan bagaimana fotografi bisa menjadi sarana untuk menyampaikan informasi atau pesan sehingga selain menggunakan prinsip dan teknik secara estetika fotografi juga terdapat strategi untuk menyampaikan pesan tersebut.

Videografi

Materi pokok pada mata pelajaran ini adalah bagaimana mempresentasikan konsep dan kegunaan videografi dalam Desain Komunikasi Visual, memahami proses dan teknik videografi hingga mempresentasikan hasil karya videografi. Secara teknis, siswa akan dibekali agar mampu berkarya videografi (membuat scenario iklan/film indie, storyboard, shooting/pengambilan gambar produksi, editing-dubing-pemberian animasi dan melakukan pasca produksi). Selain itu juga membekali peserta didik agar mampu melaksanakan editing video dengan software yang ada misalnya adobe premier,pinnacle dan corel video studio

Peluang Kerja SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapat, berikut adalah peluang kerja untuk para lulusan SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual :

Graphic Designer

Seorang graphic designer bertanggung jawab atas tampilan pada media promosi suatu produk. Tugasnya adalah mulai dari menciptakan ilustrasi, tipografi, fotografi, atau grafis motion baik untuk penerbit maupun media cetak dan elektronik.

Videographer

Serorang videograper bertugas untuk merekam gambar. Selain itu videografer juga bertugas mengarahkan, menyunting video, hingga mengatur suara.

Photographer

Tanggung jawab seorang fotografer adalah mengambil gambar untuk barang yang dicetak atau barang pameran, mengabadikan peristiwa, mengirimkan pesan kepada masyarakat melalui gambar atau objek yang di foto.

Advertising

Advertising menyediakan jasa pembuatan konsep,design percetakan serta penempatan iklan, tergantung dengan jenis usaha advertising. Lulusan Desain Komunikasi Visual sangat tepat untuk bekerja di perusahaan advertising ini.

Wirausaha / freelancer

Lulusan SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual tidak harus bekerja di sebuah perusahaan tertentu, mereka bisa berwirausaha dangan menjadi freelancer desain grafis, ilustrator, fotografer, animator, web designer, dan lain-lain.

Berbekal pendidikan selama 3 tahun, SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual akan membentuk tenaga profesional di bidangnya. Dengan mempelajari gabungan antara komunikasi dengan unsur estetika, jurusan ini juga tepat untuk mereka yang suka menggambar secara manual atapun menggunakan perangkat lunak desain grafis, fotografi, videografi, serta membuat animasi. SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual, tuangkan idemu melalui obyek visual yang menarik.

Sejarah Desain Komunikasi Visual

Sebelum dikenal dengan sebutan Desain Komunikasi Visual (DKV), bidang ini disebut sebagai desain grafis. Namun, seiring perkembangan zaman, jangkauan istilah desain grafis yang hanya berorientasi pada gambar dianggap semakin kurang relevan, menimbang semakin beragamnya media yang digunakan pada bidangnya, seperti billboard video, website, media interaktif, dll.

Istilah DKV muncul ketika desain grafis semakin intensif bersentuhan dengan teknologi digital. Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi tumbuhnya kebutuhan desain baru yang tidak hanya diaplikasikan pada media cetak atau statis. Melainkan merambah juga pada media informasi dan media interaktif digital yang membutuhkan keterampilan di bidang komunikasi visual secara umum.

Desain grafis tidak hanya menyangkut unsur-unsur grafis lagi, sehingga Supriyono (2010, hlm. 9) berpendapat bahwa Istilah Desain Komunikasi Visual dianggap lebih dapat menampung perkembangan desain grafis yang semakin luas. Desain komunikasi (communication design) merupakan subdisiplin dari desain yang menitikberatkan pada penyampaian informasi kepada publik melalui media apapun, bukan hanya media cetak.

DKV adalah saga dari desain grafis yang telah menempuh perjalanan panjang dari sekitar tahun 1400-an, ketika seorang ilmuan Jerman menemukan mesin cetak. Supriyono (2010) mengungkapkan bahwa cikal bakal desain grafis tidak bisa dilepaskan dari peran Johannes Guttenberg (1400-1468), seorang ilmuwan Jerman penemu mesin cetak.

Guttenberg disebut sebagai Bapak desain grafis, yang berarti ia adalah Bapak desain komunikasi visual juga. Sudah jelas mengapa ia yang disandangkan gelar ini. Mesin cetak menciptakan kebutuhan disiplin ilmu baru untuk mengasah kemampuan menciptakan desain grafis.

Kini, desain grafis menjadi salah satu sub-disiplin ilmu DKV yang secara spesifik fokus mempelajari desain komunikasi yang bermediakan gambar ilustrasi, atau karya dua dimensi statis lainnya. Selanjutnya, karena DKV adalah istilah yang lebih umum dan dapat menampung banyak sub-bidang, kita harus mengetahui seberapa luas cakupan atau ruang lingkup dari desain komunikasi visual.

Ruang lingkup Desain Komunikasi Visual

Apa saja yang dipelajari dan dilakukan oleh seorang desainer komunikasi visual ketika sudah turun ke industri kerja? Desainer komunikasi visual kebanyakan bekerja berdasarkan kebutuhan yang diarahkan oleh klien, sehingga ia tidak bisa semaunya sendiri saat menentukan ukuran, media, warna, teknik dan material.

Produk atau karya DKV dapat kita jumpai di mana-mana dalam keseharian kita, seperti iklan (media massa cetak atau elektronik), internet, poster, signboard, katalog, brosur, kartu nama, kemasan, baliho hingga animasi dan lain-lain. Berikut adalah beberapa ruang lingkup DKV.

  1. Desain Periklanan (Advertising); Disini komunikasi visual persuasif yang harus diaplikasikan.
  2. Desain Identitas Usaha (Corporate Identity). Logo, kop surat, brand book, hingga ke background sosial media dan identity kit
  3. Desain Marka Lingkungan (Environment Graphics); marka lingkungan eksterior dan interior berada dimana-mana, baik itu di mall, universitas, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya.
  4. Desain Multimedia; digunakan di perusahaan percetakan seperti pembuatan banner, backdrop, stiker, hingga megatron (billboard video), dsb.
  5. Desain Grafis Industri; Kemasan produk.
  6. Desain Grafis Media; buku, surat kabar, majalah, dll. Biasanya hal ini dilakukan di pekerjaan penerbitan ataupun redaksional.
  7. Cerita Bergambar (komik); Sarana statis yang dapat memberikan narasi lebih ringan dan mudah di ikuti ketimbang media cetak lain.
  8. Fotografi; Industri yang besar dan banyak memiliki keterkaitan dengan bidang desain lain.
  9. Videography; Gambar bergerak lengkap dengan audio banyak dibutuhkan dalam semua industri hari ini.
  10. Ilustrasi; Sebagai konteks tambahan dan pelengkap suatu informasi.
  11. Animasi; Salah satu media terkomplit sebagai sarana komunikasi visual, membutuhkan dedikasi yang tinggi dan kerjasama tim dari berbagai disiplin ilmu untuk mewujudkannya.
  12. Media Interaktif; Website, Aplikasi Mobile, Video Game. Kerjasama yang dibutuhkan jauh lebih kompleks lagi.

Cabang Ilmu Desain Komunikasi Visual (DKV)

Karena banyaknya ruang lingkup yang harus dijamah oleh Desain Komunikasi Visual, maka konsentrasi yang lebih mengerucut juga diperlukan. Pembagian-pembagian konsentrasi DKV biasanya terdiri dari.

  1. Desain Grafis
  2. Desain Multimedia
  3. Fotografi
  4. Videography / Perfilman
  5. Desain Permainan (Game Design)

Fungsi dan Tujuan Desain Komunikasi Visual (DKV)

Dalam perkembangannya selama beberapa abad, menurut Cenadi (1999, hlm. 4) desain komunikasi visual memiliki tiga fungsi dasar, yakni sebagai berikut.

1. Sarana Identifikasi

Identitas perusahaan dapat mengungkapkan pesan dan gagasan perusahaan tersebut. Begitu juga dengan produknya, harus memiliki identitas yang mencerminkan nilai jual dan kualitas produk tersebut. Sehingga produk itu mudah dikenali dan baik citranya yang akan berdampak pada angka penjualan. Konsumen akan lebih memilih membeli air mineral dengan menyebutkan merek A daripada hanya mengatakan membeli air mineral saja, jika identitas produk terbentuk dengan baik.

2. Sarana Informasi dan Instruksi

Sarana informasi dan instruksi meliputi: Peta, diagram, simbol, infografis, dan penunjuk arah. Pesan akan dianggap berguna jika disampaikan kepada komunikan yang tepat dan pada kondisi yang tepat, juga dalam bentuk yang mudah dipahami. Kemudian, dipresentasikan secara logis dan konsisten. Contohnya, seperti tanda dan rambu lalu lintas, simbol telepon umum, toilet, restoran dan lain-lain yang bersifat informatif dan komunikatif, dan mudah dibaca oleh orang dari berbagai latar belakang berbeda. Sehingga, komunikasi visual ini haruslah bersifat universal.

3. Sarana Presentasi dan Promosi

Tujuan sarana presentasi dan promosi dapat kita lihat ketika para pengusaha yang menyebarkan pamflet atau poster sebagai promosi untuk memberitahukan informasi bahwa terdapat produk yang dapa digunakan oleh konsumen. Singkat, jelas, dan padat akan mudah diingat oleh pembaca. Umumnya, untuk mencapai tujuan tersebut, maka pesan yang disampaikan harus bersifat persuasif dan menarik.

Lalu bagaimana caranya untuk merancang desain komunikasi visual yang sesuai dengan fungsinya tersebut? Tentunya dengan menerapkan berbagai teori dan modul praktik yang dipelajari di bidang studi DKV.

Apa yang dipelajari di bidang studi DKV?

Ilmu-ilmu desain, seni rupa, ilmu komunikasi, manajemen penciptaan kreatif, dan praktik-praktik teknis keprofesian lainnya dari bidang desain komunikasi visual. Beberapa dasar-dasar DKV yang akan dipelajari adalah: Nirmana 2d (terkadang disebut: rupa dasar 2d), nirmana 3d, proses komunikasi, penggunaan aplikasi pengolah grafis, dsb.

Salah satu dasar yang akan dipelajari terlebih dahulu adalah mengenal berbagai elemen terkecil yang membentuk suatu karya desain komunikasi visual. Unsur-unsur tersebut akan dipelajari pada Nirmana atau Rupa Dasar. Selain itu berbagai kemampuan teknis seperti menggambar model, menggambar ilustrasi, dsb biasanya teteap mengisi semester awal pada bidang studi DKV.

Unsur-Unsur Desain Komunikasi Visual (DKV)

Pada dasarnya, unsur dan prinsip DKV akan tetap mengacu pada unsur dan prinsip seni rupa/desain. Hal ini terntunya karena pada intinya, DKV merupakan salah satu cabang ilmu seni rupa. Bahkan pada mulanya, DKV hanyalah salah satu mata kuliah pada prodi seni rupa dan desain. Namun demikian, terdapat beberapa unsur unik yang dimiliki desain komunikasi visual. Beberapa elemen tersebut adalah sebagai berikut.

Layout;

adalah struktur pengaturan yang mengayomi suatu tampilan informasi, seperti pada buku, majalah, website dan media lainnya. Smith (1985) dalam Sutopo (2002: 174) mengatakan bahwa proses membuat layout berarti merangkaikan unsur rupa menjadi susunan yang baik, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Tipografi;

tatanan huruf yang dirancang agar proses komunikasi dalam bentuk teks tersampaikan dengan baik melalui keterbacaan yang baik dan estetika yang apik. Seperti yang diungkapkan oleh Frank Jefkins (1997, hlm. 248) Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan, desain huruf tertentu dapat menciptakan gaya dan karakteristik yang sesuai untuk subjek iklan.

Ilustrasi;

Ilustrasi dibagi menjadi dua, yaitu ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar, dan ilustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi (Wirya, 1999: 32). Terkadang ahli lain memecah unsur ini menjadi: 1. Ilustrasi, 2. Fotografi.

Simbolisme;

berarti menyatakan sesuatu secara tidak langsung melalui suatu hal lain yang dapat mewakilinya. Contohnya: Logo perusahaan yang berbentuk grafis atau lambang negara. Ilmu mengenai simbol disebut sebagai semiotika.

Warna;

merupakan elemen penting yang berdampak besar pada suatu desain. Pemilihan warna yang harmonis akan menghasilkan kesan tertentu dan tampak indah.

Suara;

Suara adalah elemen pendukung yang dapat digunakan untuk lebih menghidupkan suasana, terutama pada gambar bergerak dan media interaktif. Musik juga merupakan salah satu media yang selalu digunakan dalam suatu desain interaktif.

Setelah mengetahui berbagai unsur yang terdapat pada suatu desain komunikasi visual, langkah selanjutnya adalah untuk mempelajari rupa dasar yang akan membentuk berbagai unsur tersebut. Berbagai unsur dan prinsip seni dan desain tersebut dapat dipelajari di tautan dibawah ini:

Unsur-Unsur Seni Rupa dan Desain

    Prinsip-Prinsip Seni Rupa dan Desain

    Referensi

    Kusrianto, (2007). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset
    Cenadi, Christine Suharto. (1999). Elemen-Elemen Dalam Desain Komunikasi Visual. Jakarta: UKP
    Jefkins, Frank. (1997). Periklanan. Jakarta: Erlangga
    Wirya, Iwan. (1999). Kemasan yang Menjual. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

    Posting Komentar untuk "Desain Komunikasi Visual (DKV)"