Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembuatan Jaringan WLAN (Hotspot) Wifi

Pembuatan Jaringan WLAN (Hotspot) Wifi
Pembuatan Jaringan WLAN

Setelah punya internet saatnya kita belajar bagaimana cara pembuatan jaringan WiFi atau hostpot untuk memberi akses internet ke perangkat mobile atua alat lain yang support koneksi wifi.

Hal pertama yang harus anda pahami adalah jaringan Wireless beda dengan jaringan WiFi.

Jaringan WiFi jangkauan nya kurang dari 150Meter dan hanya diperuntukan untuk perangkat mobile seperti HP, tablet, laptop, dan sejenisnya.

Makin Jauh dari Akses Point maka sinyal WiFi semakin lemah. Sinyal wifi menyebar lurus dan tidak bisa menembus benda padat ataupun cair. Sebenarnya bisa menembus tapi sinyal yang sudah terhalang akan menjadi sangat lemah. Yang perlu digarisbawahi adalah jangkauan sinyal WiFi di dalam ruangan akan berbeda dengan di luar ruangan.

Pemasangan Perangkat Jaringan WLAN (Hotspot)

Alat Wifi Akses Point

Pemancar WiFi disebut juga dengan istilah radio wifi AP. WiFi AP biasanya akan dikonekan ke sumber internet menggunakan kabel LAN. WIFi AP akan memancarkan sinyal wifi dan membuat daerah disekitar alat tersebut menjadi hotspot. Perangkat mobile yang punya fitur wifi akan bisa konek ke wifi AP dan bisa menikmati internet.

Prosedur instalasi yang wajib ada :

  1. Periksa apakah koneksi kabel yang digunakan sudah cocok. Pemasangan kabel dari access point ke switch apakah kabel UTP yang digunakan berjalan dengan baik dan benar dipasangnya. Periksa juga kabel yang digunakan untuk access point ke antena. Diperiksa terlebih dahulu apakah kabel yang digunakan sudah tepat. Diberikan label pada kabel supaya mudah dalam melakukan pemeriksaan atau dokumentasi jaringan sehingga mudah untuk melacak posisi kabel yang ingin diperiksa. 
  2. Buatlah desain setingan konfigurasi terlebih dahulu sebelum melakukan pada alat-alat yang ada (Access Point, Bridge, klien device) misalnya IP Address yang akan dipasang, SSID yang akan digunakan, user dan password login untuk administrator serta settingan parameter sekuritas yang harus disamakan supaya tidak terjadi masalah saat klien device ingin terhubung dengan access point yang ada.
  3. Gunakan software-software yang dapat digunakan untuk menguji radius sinyal dari access point. Hal ini bertujuan untuk memeriksa radius dari sinyal access point dan pemeriksaan dari overlapping chanel.
  4. Catat dan dokumentasikan setiap langkah konfigurasi serta contact person dari tim instalasi. Hal ini berguna apabila terjadi permasalahan di kemudian hari sehingga mudah dalam melakukan pengecekan permasalahan.

Penempatan Alat-Alat Jaringan WLAN (Hotspot) Wifi

Akses point biasanya diletakan pada tempat atau titik yang bisa memberikan sinyal atau radius yang seluas mungkin. Penempatan akses point untuk ruangan indoor sebaiknya berada di tempat yang tidak banyak sekat atau dinding sebisa mungkin lone of sight karena radius signal akan semakin kecil apabila semakin banyak sekat atau halangan. Perlu diperhatikan juga dalam memasang access point channel yang digunakan supaya tidak terjadi dead spot atau tabrakan frekuensi. 

Sedangkan untuk outdoor ,sebaiknya dilakukan site survei terlebih dahulu untuk mengecek keadaan lapangan. Jangan sampai sinyal pada titik yang akan dipasang akses point akan bertabrakan dengan akses point lain yang telah terpasang lebih dahulu dan keamannya perlu diperhitungkan.Seperti memasang di tempat yang tinggi dan dipasangi anti petir.

Memahami Perancangan Jaringan WLAN (Hotspot) Wifi

Topologi Jaringan WiFi

Ada banyak cara untuk membagun jaringan wifi, tapi untuk membuat jaringan wifi yang lancar dan stabil harus dilakukan dengan cara yang benar.

Perlu Jaringan Kabel

Walau jaringan WiFi, tapi kita tetap memerlukan jaringan kabel sebagai uplink (sumber internet). Jadi  harus membuat jaringan LAN (kabel) terlebih dahulu sebelum membuat jaringan WiFi, jaringna kabel ini dipakai untuk menghubungkan atar peralatan yang kita pakai. Wifi hanya digunakan sebagai feeder akses internet untuk perangkat mobile, itu sebabnya perusahaan penyedia jasa layanan internet (ISP) seperti indihome menggunakan kabel, bukan wireless. Wireless dipakai hanya untuk jaringan wifinya (memberi sinyal ke hp pelanggan), sedangkan jaringan utama nya menggunakan kabel serat optic (fiber optic)

Identifikasi Kegiatan Survey Lapangan Pemasangan Jaring Wifi

  1. Koordinat: Untuk menentukan suatu titik di bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
  2. Zone: Daerah coverage area perlu diperhatikan mengenai kontur wilayahnya, keadaan alamnya, gedung-gedungnya, dan lain-lain.
  3. Channel: Pemilihan channel, salah satu hal yang dapat mengoptimalisasi jaringan wireless.
  4. Noise/derau: Terjadi karena adanya sinyal-sinyal yang bercampur (distorsi) yang tidak diinginkan.

Noise dibagi empat :

a)      Thermal noise

Terjadi karena agitasi elektron dalam suatu konduktor yang selalu muncul di semua peralatan elektronik dan media transmisi yang diakibatkan temperatur.

b)      Intermodulation noise

Terjadi karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama.

c)      Crosstalk

Terjadi karena sambungan yang kurang baik/kabel elektrik yang berdekatan dan dapat pula dari microwave.

d)     Impuls noise

Terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan/spike-spike noise dengan durasi pendek dengan amplitudo yang relatif tinggi. Terjadi karena kilat/petir dan mungkin kesalahan dalam sistem komputer.

Topologi Jaringan WiFi Indoor

Kendala utama jaringan wifi indoor adalah tembok yang akan menurunkan jangkauan sinyal. Oleh karena itu memerlukan lebih dari satu AP untuk mengcover seluruh ruangan di dalam gedung.

Yang perlu diingat adalah tetap harus membangun jaringan kabel sebagai uplink WiFi. Tujuan nya untuk menjaga kualitas wifi supaya beban akan dilewatkan ke jaringan LAN, Peran WiFi hanya sebgai pembagi internet untuk perangkat mobile.

Topologi Jaringan WiFi Outdoor

Jaringan wifi outdoor biasanya untuk mengcover area luar yang lebih luas, peralatan dipasang di tower atau tiang agar tidak terhalang dan jangkauan bisa maximal.

Biasanya sering dipakai di area kompek/perumahan, RT RW Net dan tempat terbuka lain seperti alun-alun, tempat wisata atau yang sejenisnya.

Pada jaringan outdoor seperti ini biasanya dikombinasikan dengan jaringan kabel ataupun wireless sebagai solusi jika memasang kabel tidaklah mungkin/mahal.

Tipe alat yang dipakai juga berbeda, untuk alat wifi outdoor biasanya sudah terdapat fitur meshing.
Dimana antar tadio bisa saling terkonek membetuk jaringan mesh untuk memperluas jangkauan wifi (lebih dari 100an meter).

Standarisasi Perangkat Jaringan Wifi

Khusus untuk standarisasi nirkabel (wireless), yaitu 802.11 terdapat beberapa standar yang berbeda, yaitu:
  1. 802.11       :Standar dasar WLAN mendukung transmisi data 1 Mbps hingga 2 Mbps
  2. 802.11a      :Standar High Speed WLAN 5GHz band transfer data up to 54 Mbps
  3. 802.11b      :Standar WLAN untuk 2.4GHz transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps
  4. 802.11e      :Perbaikan dari QoS (Quality of Service) pada semua interface radio IEEE WLAN
  5. 802.11f  :Mendefinisikan komunikasi inter-access point untuk memfasilitasi vendor yang mendistribusikan WLAN
  6. 802.11g   :Menetapkan teknik modulasi tambahan untuk 2,4 GHz band, untuk kecepatan transfer data hingga 54 Mbps.
  7. 802.11h   :Mendefinisikan pengaturan spectrum 5 GHz band yang digunakan di Eropa dan Asia Pasifik
  8. 802.11i   :Menyediakan keamanan yang lebih baik. Penentuan alamat untuk mengantisipasi kelemahan keamanan pada protokol autentifikasi dan enkripsi
  9. 802.11j       :Penambahan pengalamatan pada channel 4,9 GHz hingga 5 GHz untuk standar 802,11a di Jepang

Posting Komentar untuk "Pembuatan Jaringan WLAN (Hotspot) Wifi"