Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Perbedaan Partisi GPT dan MBR

 

Perbedaan Partisi GPT dan MBR

Menerapkan Instalasi Sistem Operasi

Membuat partisi merupakan sesuatu yang krusial untuk dilakukansetelah membeli hardisk baru ataupun pada saat akan melakukan instalasi sistem operasi. Karena benar atau tidaknya proses pembuatan partisi dan susunannya akan memberikandampak setelah sistem operasi selesai diinstal. Selain itu kerapian susunan partisi juga dapatmemberikan efek samping pada kelancaran jalannya sistem operasi. Susunan partisi yang rapi juga akan sangat membantu pengguna dalam melakukan pencarian data yang dibutuhkan.

Pengertian MBR (Master Boot Record)

Harddisk MBR (Master boot record) adalah standar partisi hard disk yang lama namun saat ini masih banyak digunakan di beberapa komputer yang bukan keluaran terbaru.

Pengertian GPT (GUID Partition Table)

Harddisk GPT (GUID Partition Table) adalah teknologi baru dari partisi hard disk masa kini. Teknologi yang digunakan yaitu Global Enique Indentifier (GUID) yang digunakan untuk menerjemahkan partisinya. GPT juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari teknologi UEFI untuk menggantikan posisi BIOS.

Bingung Pilih MBR atau GPT ?

Saat kita membeli dan memasang media storage baru baik harddisk ,ssd, flashdisk, microsd, dll kita akan diminta untuk menginisialisasi dan memilih sistem partisi MBR atau GPT sebelum bisa diformat.

GPT dan MBR mana yang lebih baik dan apa perbedaan diantara keduanya? 

Memilih sistem partisi juga harus disesuaikan dengan pemilihan firmware mode baik BIOS ataupun UEFI,jadi kamu kita harus tahu dulu apa perbedaan BIOS dan UEFI.

MBR dan GPT punya fungsi dan tugas yang sama yaitu sebagai sistem pengelolaan media storage komputer seperti hdd dan ssd.

MBR dan GPT akan menentukan bagaimana HDD dan SSD diperlakukan mulai dari bagaimana partisi dibuat hingga bagaimana data didalam nya disusun dan diatur.

Namun MBR dan GPT punya banyak perbedaan di berbagai aspek,ini lah beberapa perbedaan MBR dan GPT

MBR dan GPT Dibuat dan Diperkenalkan diwaktu yang berbeda

MBR dipernenalkan bersamaan dengan IBM PC DOS 2.0 pada bulan maret 1983 dan masih dgunakan hingga saat ini.

Sedangkan GPT mulai dikembangkan pada tahun 1990an yang pada akhirnya menjadi bagian dari UEFI dan menjadi populer akhir-akhir ini.

MBR Mempunyai Struktur Yang Berbeda Dengan GPT

MBR hanya terdiri dari 3 bagian termasuk masterboot code,tabel partisi,dan disk signature yang m enjadi satu.Tabel partisi hanya bisa menampung 4 entry partisi jenis primary.

Itulah alasannya mengapa MBR hanya bisa membuat 4 partisi primary dan harus menggunakan partisi logical jika kamu punya lebih dari 4 partisi saat menggunakan MBR.

Sedangkan GPT mempunyai desain dan struktur yang berbeda dengan MBR dan terdiri dari beberapa bagian
  1. Protective MBR yang biasa digunakan untuk mencegah aplikasi disk utility salah mengenali dan menimpa GPT disk.
  2. primary GUID partition table header  yang berisi catatan ukuran,lokasi dirinya sendiri serta catatan ukuran dan lokasi dari secondary GPT header .
  3. primary GUID Partition Entry Array,
  4. backup GUID Partition Entry Array,
  5. backup GUID Partition Table Header.
Gambar Skema MBR dan GPT

Sistem partisi GPT dapat membuat 124 partisi primary lebih banyak dibanding MBR yaitu dengan total 128 partisi primary yang bisa dibuat.

GPT Support Lebih banyak Partisi
Karena MBR hanya dapat menampung 4 entry partisi primary maka kamu hanya bisa membuat 4 primary pastisi dan harus menggunakan partisi logical jika kamu ingin lebih.

Kekurangan partisi logical adalah tidak bisa diset aktif dan tidak bisa diinstall sistem operasi.

Sedangkan dengan GPT secara teori kamu bisa membuat partisi primari dengan jumlah yang tidak terbatas,namun windows membatasinya maximal 128.

Setiap partisi di GPT dapat berfungsi seperti partisi primary di MBR.

GPT Mendukung Storage berukuran lebih dari 2TB
Kamu hanya bisa menggunakan 2TB dari hdd atau ssd mu jika menggunakan MBR tidak peduli berapa besar storage yang kamu punya.

Sedangkan GPT mendukung kapasitas storage lebih dari 2TB,kamu bisa menggunakan semua kapasitas storage yang kamu punya saat menggunakan sistem partisi GPT.

Dukungan Terhadap Sistem Operasi
GPT sudah mendukung sistem operasi baru jaman sekarang mulai dari Windows 7, Windows 8, Windows 10, Windows Server 2008, Windows Server 2012, and Windows Server 2016.

Namun hanya windows versi 64bit dan menggunakan firmware UEFI yang bisa menggunakan GPT.

Perlukah upgrade dari MBR ke GPT?

Jika Anda memiliki salah satu hard drive dengan tipe partisi MBR, mungkin pernah muncul pertanyaan perlukah untuk upgrade dari MBR ke GPT. Ada beberapa kasus dimana Anda mungkin mempertimbangkan untuk melakukan upgrade ke GPT yaitu Anda mengganti ke hard drive yang lebih besar dari 2 terabyte atau Anda memerlukan lebih dari 26 partisi. Bila kemudiaan Anda ingin upgrade ke GPT, perlu dipertimbangkan apakah hardware yang ada mendukung untuk partisi GPT dan UEFI BIOS.

Banyak yang tidak tahu dan sering kali diabaikan, bahwa sebenarnya kita perlu cek jenis partisi hardisk Laptop atau PC, apakah GPT atau MBR sebelum membuat instalasi Windows. Kita perlu memeriksa jenis partisi yang digunakan pada Hardisk Laptop anda agar dapat disesuaikan dengan installer yang akan dibuat. Jika Hardisk anda menggunakan jenis partisi GPT, maka anda juga harus membuat installer Windows untuk GPT. Sebaliknya, jika hardisk anda menggunakan jenis partisi MBR, maka tentu saja anda juga harus membuat installer MBR.

Ada banyak cara yang dapat anda lakukan untuk cek jenis partisi Hardisk, apakah GPT atau MBR yang terpasang pada Hardisk anda. Namun, kebanyakan orang akan langsung mencari software apa yang dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan ini. Padahal, sebenarnya anda dapat cek jenis partisi hardisk dengan mudah tanpa mennggunakan software apapun.

Langkah Mengecek Partisi GPT atau MBR

1. Cek Tipe Partisi Hardisk (GPT atau MBR) Menggunakan CMD (Diskpart)

Cara pertama yang dapat anda lakukan untuk cek jenis partisi Hardisk Laptop apakah GPT atau MBR tanpa software adalah menggunakan CMD. Anda dapat melakukan tugas ini dengan mudah karena hanya menggunakan tool bawaan Windows yaitu Command Prompt (CMD). Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa CMD merupakan tool bawaan Windows yang sangat powerfull dan memiliki banyak fungsi perintah, salah satunya adalah fungsi Diskpart.

Pada dasarnya fungsi perintah Diskpart di CMD bisa dikatakan sebagai sub bagian dari kegunaan CMD yang khusus untuk mengatur penyimpanan pada komputer. Oleh karena itu, penggunaannya tentu saja sama persis seperti di CMD, yaitu mengetikkan perintah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Untuk melakukan cara pertama ini tidaklah sulit, silahkan anda ikuti petunjuk dan langkah-langkah berikut.

Langkah pertama adalah silahkan buka Command Prompt (CMD) di Laptop anda, bisa dilakukan dengan mencarinya di Start Menu maupun metode lainnya. Pada jendela CMD, silahkan ketikkan perintah berikut kemudian tekan enter pada keyboard.

"diskpart"

Jika muncul jendela User Account Control yang meminta persetujuan Administrator, silahkan klik Yes. Selanjutnya, pada jendela diskpart, silahkan ketikkan perintah berikut untuk menampilkan daftar penyimpanan di Laptop anda, kemudian tekan enter pada keyboard.

"list disk"

Sleanjutnya, akan ditampilkan hasil berupa daftar Disk yang terdapat pada Laptop anda yang dimulai dari index 0 (Disk 0). Silahkan perhatikan pada kolom GPT disk yang terdapat pada baris hardisk anda. Jika pada kolom tersebut terdapat tanda bintang (*), artinya, Hardisk Laptop anda bertipe GPT. Sebaliknya, jika tidak ada tanda bintang, artinya jenis partisi Hardisk anda adalah MBR.

2. Cek Tipe Partisi Hardisk (GPT atau MBR) Menggunakan Disk Management

Cara kedua yang dapat anda lakukan untuk cek apakah Hardisk Laptop GPT atau MBR adalah dengan menggunakan Disk Management. Disk Management merupakan tool bawaan Windows yang memiliki banyak fungsi untuk mengatur penyimpanan Laptop. Salah satu fungsi yang dapat anda gunakan adalah untuk cek jenis partisi Hardisk Laptop. Untuk menggunakan cara yang kedua ini, silahkan ikuti petunjuk dan langkah-langkah berikut.

Langkah kedua yang harus anda lakukan adalah silahkan buka File Exporer. Pada jendela File Explorer silahkan klik kanan pada This PC (Windows 8 atau Windows 10) atau My Computer (Windows 7), lalu klik Manage pada Context Menu yang muncul untuk membuka Computer Management.

Pada jendela Computer Management, silahkan klik Disk Management pada panel kiri, tepatnya di bagian Storage.

Selanjutnya, pada panel utama silahkan klik kanan pada nama disk (bukan nama partisi) yang akan dicek jenis partisinya, misalnya Disk 0. Selanjutnya silahkan perhatikan pada context menu, jika pada pilihat tersebut ada opsi Convert to MBR Disk, artinya jenis partisi Hardisk Laptop anda adalah GPT. Sebaliknya, jika yang tertulis adalah Convert to GPT Disk, artinya jenis partisi Hardisk Laptop anda adalah MBR.

Jadi, sebagai kesimpulan dari kedua cara diatas bahwa jenis partisi Hardisk yang ada saat ini hanya ada dua, yaitu GPT dan MBR. Dengan demikian, jika jenis partisi Hardisk komputer anda bukan GPT, maka sudah pasti adalah MBR dan begitu juga sebaliknya. Selain itu, jenis partisi hardisk ini tidaklah paten, melainkan anda dapat mengubahnya. Anda dapat melakukan convert GPT ke MBR dan sebaliknya untuk mengubah jenis partisi Hardisk.

Itulah cara mudah untuk cek jenis partisi hardisk yang terpasang pada Laptop anda. Sekali lagi bahwa jika anda hendak melakukan install ulang Windows, maka sebaiknya anda memeriksa jenis partisi hardisk terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan jenis installer yang dibuat.

MBR dan GPT mendukung Boot Mode yang berbeda

Jika mainbord mu hanya mendukung Legacy Boot maka kamu hanya bisa menginstall sistem operasi menggunakan MBR.

Akan ada peringatan error ” Windows cannot be installed to this disk. The selected disk is of the GPT partition style“. ” yang muncul saat kamu berusaha menginstall sistem operasi pada disk GPT dengan boot mode legacy .

Namun jika mainboard kamu hanya mendukung UEFI boot maka kamu hanya bisa menginstall sistem operasi pada disk GPT.

Jika kamu berusaha untuk menginstall OS di disk MBR dengna mode UEFI boot maka akan muncul peringatan error “Windows cannot be installed to this disk. The selected disk has an MBR partition table. On EFI systems, Windows can only be installed to GPT disk”.

Kabar baiknya mainboard sekarang sudah mensupport boot mode keduanya,kamu hanya perlu mengaktifkan opsi CSM (Compatibility Support Module) pada menu boot di BIOS/UEFI setting.

Bagus Mana MBR atau GPT dan Harus Pilih Yang Mana?

MBR dan GPT punya fungsi yang sama seperti telah dibahas sebelumnya,tpai keduanya punya perbedaan dari banyak sisi.

Memilih yang terbaru dan canggih tidak sellau menyelesaikan masalah mu,disini saya akan bantu kamu memilih GPT atau MBR secara tepat sesuai keadaan mu.

Pilih MBR jika kita akan install Windows 32bit
Hanya windows 64bit yang support GPT jadi pilihlah MBR jika kamu akan menginstall windows 32bit.

Pilih MBR jika kita akan pakai Windows XP
Jika kamu masih menggunakan windows XP atau versi sebelum nya kamu harus pilih MBR walau sistem operasi tersebut sudah 64bit.

Pilih MBR Jika Mainbord Tidak Support UEFI
Mainboard yang tidak support UEFI hanya punya satu mode boot yaitu legacy boot mode dan hanya mensupport MBR disk.

Pilih GPT Jika Disk Lebih Dari 2TB
Jika kamu punya hdd atau ssd lebih dari 2tb baiknya gunakan GPT agar semua kapasitas bisa terbaca dan digunakan.

Pilih GPT Jika Mainboard Suport UEFI
Booting menggunakan disk GPT dengan mode UEFI akan mempercepat waktu booting mu,ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan performa komputermu.

Pilih GPT agar lebih aman
GPT menggunakan primary dan backup partition table untuk redudansi serta menggunakan algoritma CRC32 untuk menjaga integritas struktur data.

Fitur tersebut untuk menghindar terjadinya data korup atau rusak yang telah tersimpan pada disk/mediastorage di komputermu.

Untuk Sekarang ini Gunakan GPT jangan MBR
Sistem partisi GPT punya banyak kelebihan dan meminimalisir sistem korup karena index file dibuat redundant dan yang paling penting adalah sistem partisi ini merupakan teknologi baru yang akan terus digunakan kedepan nya dan MBR tidak lagi digunakan.

sistem partisi GPT sudah bisa kamu gunakan untuk menginstall 64bit windows 7 dan versi diatasnya,sedangkan windows XP hanya mendukung sistem partisi MBR

Cara Mengecek dan Merubah Sistem Partisi MBR dan GPT
Kamu bisa mengetahui jenis sistem partisi yang kamu gunakan dengan menggunakan tool disk management pada windows,caranya mudah:

Langkah-Langkah Mengecek Sistem Partisi Windows

Buka Aplikasi Disk Management
Start > Run >Ketik diskmgmt.msc >tekan enter Untuk windows 8 keatas tidak ada menu run,jadi langsung ketik di kolom pencarian setelah menekan tombol windows

Pilih Disk Yang ingin Kamu Cek
Klik kanan pada disk/drive (bukan partisi) yang berada di kolom bawah > pilih properties

Lihat Jenis Sistem Partisinya
Pilih tab volume dan lihat jenis partition tablenya

Cara Merubah Sistem Partisi MBR atau GPT

Ketika proses booting dari bootable flashdisk telah berjalan dan sampai pada jendela dimana kamu diminta untuk memasukan serial number maka kamu sudah bisa mengakses command promt untuk menjalankan tool konversi partition table.

Tekan tombol SHIFT+F10 maka akan muncul command promt, gunakan ALT+TAB untuk berganti dari jendela satu ke yang lain nya /untuk membawa ke depan jika tertindih jendela lain.

Catatan : 

“Merubah sistem partisi dari MBR ke GPT akan menghapus seluruh data pada storage/disk/SSD,jadi backup terlebih dahulu datamu”


  1. ketikan perintah DiskPart untuk menjalankan tool disk partition tool
  2. ketikan List Disk untuk melihat daftar Disk /Drive yang terpasang
  3. Disini akan terlihat partition table yang digunakan
  4. ketikan Select disk n (n adalah nomer disk yang akan kamu ubah partition table nya) misalnya select disk 0
  5. ketikan clean untuk menghapus partition table
  6. ketikan convert gpt atau convert mbr untuk merubah disk partition table
  7. ketikan list disk untuk melihat apakah partition table sudah sesuai dengan apa yang diinginkan
  8. ketik exit untuk keluar setelah selesai menggunakan tool ini.
Kesimpulan :

hard disk MBR adalah standar partisi hard disk yang digunakan pada perangkat komputer keluaran lama namun saat ini masih banyak digunakan di beberapa komputer yang bukan keluaran terbaru. hard disk MBR hanya mengizinkan untuk 4 primary partition.

harddisk GPT adalah teknologi baru dari partisi hard disk masa kini. Teknologi yang digunakan yaitu Global Enique Indentifier (GUID) yang digunakan untuk menerjemahkan partisinya. GPT juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari teknologi UEFI untuk menggantikan posisi BIOS.

harddisk MBR mensuport untuk 4 partisi primer, GPT mensupport 128 partisi primer.
Kapasitas penyimpanan MBR hanya 2 TB saja sedangkan pada hard disk GPT mencapai 9,4 ZB.
harddisk MBR dapat digunakan atau kompatibel untuk semua OS. Sedangkan jika ingin menjalankan harddisk GPT hanya dapat beroperasi di Windows 64-bit dan yang kompatibel saja.
harddisk GPT hanya mendukung booting untuk 32 bit dan hanya bisa dilakukan oleh Windows 8. Sedangkan untuk sistem operasi seperti Windows 7 Vista yang tidak memiliki dukungan booting 32 bit dari GPT.

Tentunya lebih bagus system hard disk dari GPT karena memiliki fitur yang lebih lengkap seperti partisi primer yang lebih banyak dan kapasitas mencapai 9,4 ZB.

Akhir Kata
Demikian itulah penjelasan tentang perbedaan harddisk MBR dan harddisk GPT. Sebenarnya fungsinya sama yaitu sama-sama sebagai media penyimpanan di komputer atau laptop.

Posting Komentar untuk "Penjelasan Perbedaan Partisi GPT dan MBR"